Pentingnya Memiliki Digital Skill Di Masa Pandemi Covid 19

Pentingnya Memiliki Digital Skill Di Masa Pandemi Covid 19

Mohamad Yasin, S.Kom., M.Kom

Dosen Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang

Ketua Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Kabupaten Kediri

Disampaikan pada acara Webinar Literasi Digital Nasional 2021 (Indonesia Makin Cakap Digital) KOMINFO Wilayah Bojonegoro Hari Selasa Tanggal 8 Juni 2021

 

Menurut Wagner dan Change Leadership Group dari Universitas Harvard [1] mengidentifikasi kompetensi dan keterampilan bertahan hidup yang diperlukan oleh peserta didik dalam menghadapi kehidupan, dunia kerja, dan kewarganegaraan di abad ke-21 ditekankan pada tujuh  keterampilan berikut: (1) kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, (2) kolaborasi dan kepemimpinan, (3) ketangkasan dan kemampuan beradaptasi, (4) inisiatif dan berjiwa entrepeneur, (5) mampu berkomunikasi efektif baik secara oral maupun tertulis, (6) mampu mengakses dan menganalisis informasi, dan (7) memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi. Sedangkan US-based Apollo Education Group mengidentifikasi sepuluh keterampilan yang diperlukan oleh peserta didik untuk bekerja di abad ke-21, yaitu keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, kemampuan beradaptasi, produktifitas dan akuntabilitas, inovasi, kewarganegaraan global, kemampuan dan jiwa entrepreneurship, serta kemampuan untuk  mengakses, menganalisis, dan mensintesis informasi [2]. Salah satu kompetensi yang relevan dan perlu mendapatkan penekanan pada masa pandemic Covid 19 adalah kompetensi mengakses, menganalisis, dan mensintesa informasi. Kompetensi ini sangat diperlukan mengingat tidak diperbolehkannya masyarakat berkumpul dalam beraktifitas. Aktifitas harus dilakukan secara maya dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Mengacu pada Digcom 2.0, European Comission (2015), setidaknya terdapat lima kompetensi digital yang dapat diupayakan. Pertama, informasi dan literasi data. Kompetensi itu meliputi kemampuan mencari, memilih, memilah, menyeleksi, mengevaluasi, dan mengelola data dan informasi. Kedua, komunikasi dan kolaborasi. Kompetensi itu meliputi keterampilan berinteraksi, berbagi, terlibat, dan bekerja sama melalui teknologi digital. Selain itu juga mensyaratkan pemahaman dan keterampilan mengelola identitas digital serta penghormatan etika dunia digital. Ketiga, kemampuan menciptakan konten digital, berkaitan dengan berbagai keterampilan pengembangan, integrasi, dan reelaborasi konten digital. Kompetensi ini juga mencakup pemahaman hak cipta,lisensi,pemograman. Keempat, keamanan, termasuk kemampuan menjamin pelindungan terhadap gawai, data dan kerahasiaan, kesehatan, dan lingkungan/proses belajar. Terakhir, kemampuan memecahkan dan mengatasi persoalan secara teknis, mampu mengidentifikasi kebutuhan dan respons teknologi yang diperlukan, kreativitas dalam penggunaan teknologi digital, serta mampu mengidentifikasi kekurangan teknologi digital [3].

Pandemi Covid-19 yang terjadi telah mengguncang berbagai sektor kehidupan, dari bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya telah merasakan dampak dari terjadinya pandemi ini. Pandemi ini pun memaksa kita untuk mengubah pola hidup yang sudah biasa kita jalankan, dimulai dari menerapkan pola kehidupan lebih bersih dengan sering mencuci tangan, selalu mengenakan masker, hingga selalu menjaga jarak, tidak terlupa juga dikeluarkannya kebijakan lockdown yang sempat mengharuskan kita untuk berdiam diri dirumah dan tidak mengizinkan kita untuk berkumpul dan beraktifitas diluar rumah seperti yang biasa kita lakukan sebelum masa pandemi ini.

Tentu kebijakan lockdown yang dilakukan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi sebagian masyarakat Indonesia, ada yang kehilangan pekerjaan dan ada juga yang mengalami kecemasan apakah tetap akan ada pekerjaan di masa seperti ini. Tidak seharusnya kita bersedih dan berputus asa, momentum seperti ini harus kita manfaatkan agar menjadi peluang untuk menuju kemajuan. Dengan adanya lockdown kita jadi memiliki waktu-waktu luang yang dapat kita manfaatkan sebaik mungkin, dari semakin mendekatkan diri dengan keluarga, mendekatkan diri kepada tuhan, hingga mempelajari berbagai kemapuan-kemampuan atau skill terbaru.

Pandemi Covid 19 menjadikan kegiatan yang sebelumnya dapat dilakukan secara tatap muka, seperti penjualan, pekerjaan kantor, sampai Pendidikan. Sekarang harus dilakukan dengan bantuan teknologi informasi. Keadaan ini menjadikan semua pihak tergagap-gagap untuk mengantisipasinya. Contohnya dunia Pendidikan. Sebelumnya kegiatan pembelajaran dilakuka dengan tatap muka, sekarang harus dilakukan dengan system dalam jaringan (daring). Hal ini menjadikan masalah sendiri bagi guru dan siswa. Guru dan siswa yang sebelumnya belum/tidak mengenal sistem pembelajaran daring sekarang dituntut untuk dapat berinteraksi dalam pembelajaran dengan system daring.

Pada masa pandemi Covid-19, setiap individu perlu menguasai bahwa literasi digital merupakan kecakapan penting yang dibutuhkan untuk beradaptasi di zaman yang penuh dengan lautan informasi. kecakapan ini serta mengantisipasi penyebaran informasi negative. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis dan pembelajaran ilmu lainnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Literasi digital secara sederhana diartikan sebagai kecakapan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai tipe format sumber-sumber informasi yang lebih luas, dan mampu ditampilkan melalui perangkat komputer. Kemampuan literasi digital menjadikan seseorang mampu mentranformasikan kegiatan melalui penggunaan perangkat teknologi digital. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya.

Dengan memiliki kecakapan literasi digital, masyarakat dapat memproses berbagai informasi, memahami pesan, dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini, bentuk yang dimaksud menciptakan, mengkomunikasikan, mengkolaborasi dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan. Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis ketika dalam penggunaan teknologi dalam sehari-hari [4].

Berikut adalah kecakapan digital yang perlu dimiliki di masa Pandemi Covid 19 ini:

  1. Kecakapan Dalam Menggunakan Aplikasi Yang Mendukung Pembelajaran

Kecakapan ini dibutuhkan dalam rangka memudahkan proses pembelajaran. Kecakapan ini perlu dimiliki oleh guru, dosen, mahasiswa, peserta didik, bahkan oleh kalangan yang bekepentingan  untuk melaksanakan pembelajaran. Guru, dosen, pengajar diklat harus mahir dan menguasai aplikasi pengatur pembelajaran, yang lebih dikenal dengan istilah Learning Management System (LMS). Sebuah LMS biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur user interface yang mudah digunakan, pendaftaran online, kelas maya, kuis dan ujian online, ruang diskusi, dan laporan. Banyak sekali vendor-vendor IT yang menyediakan LMS baik berbayar atau gratis, seperti Google Classroom, Edmodo, Schoology, Microsoft Teams,  Moodle, Spada. Kecakapan dalam menggunakan aplikasi pendukung percakapan digital

  1. Kecakapan Menggunakan Aplikasi Digital Marketing

Digital marketing merupakan alat sebagai perantara komunikasi pemasaran yang saat ini banyak digunakan media sosial dalam memperkenalkan produk atau jasa di dunia modern, salah satunya dengan memanfaatkan media sebagai alat berpromosi.

Digital marketing bertujuan untuk mendapatkan konsumen yang lebih luas dan banyak. Melalui jaringan internet, kita dapat terhubung dengan berbagai sumber dan konsumen yang jauh lebih luas. Bahkan tidak terbatas hanya di suatu daerah saja, namun berskala global. Kecakapan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang akan menjual produk-produknya. Terlebih lagi di masa pandemic covid 19, dimana penjualan produk-produk baik pakaian, makanan, peralatan rumah tangga, kosmetik dan lain sebagainya untuk sementara tidak dapat dilakukan dengan carat atap muka. Kecakapan mengguankan aplikasi digital marketing juga perlu dimiliki oleh pengusaha kecil dan menengah (UMKM). Penggunaan aplikasi ini terbukti sangat membantu UMKM dalam memasarkan produk mereka selama masa pandemi ini. Pemasaran digital dapat dilakukan dengan menggunakan social media yang sudah dikenal masyarakat luas, seperti Facebook, whatsapp, Instagram. Ketiga aplikasi tersebut menjadi andalan bagi masyarakat untuk  menjual produknya secara online. Disamping banyak digunakan masyarakat, kemudahan dalam mempromosikan produk adalah satu keunggulan aplikasi ini. Terlebih lagi apabila didukung kemampuan membuat konten/profil produk yang baik, maka digital marketing berpotensi untuk meningkatkan jumlah penjualan dan keuntungan.

  1. Kecakapan Menggunakan Aplikasi Untuk Membuat Konten-Konten Kreatif

Lonjakan pengguna internet pun membawa tantangan yang semakin besar karena itu kecakapan digital harus ditingkatkan agar masyarakat mampu menampilkan konten kreatif yang mendidik, menyejukan dan meyerukan perdamaian.

Konten yang apik dan kreatif akan lebih menarik perhatian pengguna internet dan sosial media. Hal ini seperti disampaikan Dimas Gityandraputra [5] yang menyataka bahwa tidak dapat dipungkiri, kalau berkaca dari sisi audiens, kini setiap harinya masyarakat kerap mencari konten untuk memuaskan perasaan mereka. Entah itu supaya bisa mendapat hiburan, edukasi, atau pun dalam mencari jawaban dari segala permasalahan yang mereka hadapi. Dengan begitu, dapat pula dikatakan kalau sebenarnya konten memang memiliki beragam fungsi tergantung dari tujuan apa yang ingin dicapai. Namun kalau tujuan utama kita dalam kegiatan content marketing ini adalah engagement, maka tidak ada salahnya kalau fokus kita adalah membuat konten interaktif.

Konten interaktif ini bisa menjadi satu andalan bagi brand kalau memang ingin mengajak masyarakat untuk berinteraksi. Selain itu, banyaknya tipe konten interaktif seperti; kuis, kompetisi, polling, infografis dan lain sebagainya, membuat brand bisa meningkatkan engagement sambil di sisi lain juga membuat para audiens menjadi tidak bosan karena ragam konten yang ditampilkan.

  1. Kecakapan Menggunakan Aplikasi Bidang Keuangan dan Perbankan

Literasi keuangan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang agar terhindar dari masalah keuangan. Kesulitan keuangan bukan hanya fungsi dari pendapatan semata (rendahnya pendapatan),kesulitan keuangan juga dapat muncul jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan (miss-management) seperti kesalahan penggunaan kredit, dan tidak adanya perencanaan keuangan. Literasi keuangan (financial literacy) yang kian mendapatkan perhatian di banyak negara maju. Di beberapa negara, literasi keuangan bahkan sudah dicanangkan menjadi program nasional. Hasil riset secara umum menunjukkan bahwa masih terjadi tingkat literasi keuangan yang rendah di negara-negara maju dan terlebih lagi di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia. Kondisi ini merupakan problem yang cukup serius mengingat literasi keuangan berpengaruh positif terhadap inklusi dan perilaku keuangan[6].

Oleh karena itu masyarakat harus diajarkan bagaimana menggunakan aplikasi digital untuk mendukung transaksi dalam bidang keuangan dan perbankan, misalnya penggunaan mobile-banking, internet banking, sms banking, dompet digital, pembayaran online (listrik, telepon, PDAM), pembelian tiket online, dan lain sebagainya.

Di atas adalah kecakapan digital (digital skills) yang harus dimiliki masyarakat. Kecakapan ini adalah kecakapan umum yang harus dimiliki di era industri 4.0. Terlebih di masa pandemic Covid 19.

 

Daftar Rujukan

[1] Siti Zubaidah. 2016. Keterampilan Abad Ke-21: Keterampilan Yang Diajarkan Melalui Pembelajaran. Seminar Nasional Pendidikan, 2(2), 1–17. https://doi.org/10.1021/acs.langmuir.6b02842

[2] Chu, S. K. W., Reynolds, R. B., Tavares, N. J., Notari, M., & Lee, C. W. Y. 2016. 21st century skills development through inquiry-based learning: From theory to practice. 21st Century Skills Development Through Inquiry-Based Learning: From Theory to Practice, (August 2018), 1–204. https://doi.org/10.1007/978-981-10-2481-8

[3]  —,  https://mediaindonesia.com/opini/235121/kompetensi-digital (diakses tanggal 6 Juni 2021)

[4]  Hafizh, M. D. U., 2021, Pentingnya Memiliki Kecakapan Literasi Digital di Masa Pandemi, https://kumparan.com/hafizh-deu/pentingnya-memiliki-kecakapan-literasi-digital-di-masa-pandemi-1v2E7YGSyoZ/full. (diakses tanggal 6 Juni 2021)

[5] Gityandraputra, D., 2020, https://marketingcraft.getcraft.com/id-articles/pentingnya-konten-interaktif-dalam-kegiatan-content-marketing. (diakses tanggal 6 Juni 2021)

[6]  Yushita., A. N., 2017. Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Pengelolaan Keuangan Pribadi. Jurnal Nominal (Vi/1) Tahun 2017

 

4 komentar untuk “Pentingnya Memiliki Digital Skill Di Masa Pandemi Covid 19”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *